in

Pemberdayaan UMKM dengan Teknologi : Sebuah Visi Bukalapak

“UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) menyumbang 60% dari Pendapatan Domestik Bruto kita, dan menghasilkan 80% dari pekerjaan seluruh masyarakat Indonesia”

Itulah kalimat pembuka dari CEO sekaligus Founder BukaLapak, Achmad Zaky, dalam paparannya pada hari kedua AIFED (The 7th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy) yang diselenggarakan oleh Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) pada Desember 2017 yang lalu.

Ia menceritakan bahwa UMKM adalah bentuk usaha yang paling efisien, karena nyaris tidak memerlukan modal yang besar untuk memulai, dan memiliki tingkat ROI (Return on Investment) yang tinggi dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan besar yang memerlukan modal sangat besar untuk memulai dan memiliki tingkat ROI yang rendah walaupun dengan pendapatan yang tinggi. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari potensi ini sehingga UMKM sering disisihkan bila dibandingkan dengan perusahaan besar yang telah berdiri.

Melanjutkan paparannya, ia menceritakan bagaimana BukaLapak menggunakan teknologi sebagai cara untuk memberdayakan UMKM di Indonesia, Salah satunya dengan menggunakan platform utama BukaLapak, e-commerce, yang berefek pada hilangnya biaya-biaya untuk membuka toko konvensional seperti sewa tempat, dan mengurangi pengeluaran untuk tenaga kerja. Selain itu, sistem marketplace mampu mengekspos para pengusaha dengan 6 juta pengunjung BukaLapak setiap hari, sehingga membuka peluang lebih besar dalam memperluas pasarnya.

Ahmad Zaky | Featured Image

Dalam paparannya, ia juga menyinggung penggunaan AI (Artificial Intelligence) dalam membantu mewujudkan perdagangan yang lebih efisien dengan menggunakan kekuatan Big Data dan pengolahan dari BukaLapak AI. Setelah mengumpulkan data dari jutaan pengguna dan produk yang tersedia dalam platform, AI mereka akan memberi rekomendasi produk mana yang harus dijual terlebih dahulu. Hal ini berujung pada pengolahan stok yang lebih efisien, dan mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Ia tidak lupa menyampaikan pentingnya kerjasama yang baik dengan pilar utama mereka, para “pelapak” atau penjual dalam platform mereka. Pihak BukaLapak sering mengadakan kopdar / kopi darat yang ditujukan kepada para pelapak dan memberi pelatihan tentang peningkatan kapasitas mereka sebagai pengusaha. Pada akhir paparannya, ia menceritakan keinginan perusahaan di masa yang akan datang, yaitu memberdayakan UMKM dan memberi kehidupan yang lebih baik untuk jutaan keluarga di Indonesia.

(Diedit oleh Muhammad Afi Ramadhan)

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Written by Muhammad Afi Ramadhan

Muhammad Afi Ramadhan is an accounting student in International Business and Economics (IBE) program, Syiah Kuala University. Apart from his academic activities, he's currently active as a member and social media staff in his university's debating club, and also volunteered as Content Editor for eggeek.id

Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

Bermain Video Game dan eSport Tak Sama dengan Olahraga

5 Tip untuk Memaksimalkan Produktivitas di Akhir Pekan