in ,

(Bagian 6) Belajar Digitalisasi dari Seoul dan Manila

[av_heading tag=’h3′ padding=’10’ heading=’My Journey on 2018 ASEAN-Korea Youth Network Workshop’ color=” style=’blockquote modern-quote modern-centered’ custom_font=” size=” subheading_active=’subheading_below’ subheading_size=’15’ custom_class=” admin_preview_bg=” av-desktop-hide=” av-medium-hide=” av-small-hide=” av-mini-hide=” av-medium-font-size-title=” av-small-font-size-title=” av-mini-font-size-title=” av-medium-font-size=” av-small-font-size=” av-mini-font-size=” margin=”]
Saya cukup beruntung dipilih oleh KBRI Seoul mewakili Indonesia bersama dengan teman saya dari Universitas Diponegoro, Semarang, untuk mengikuti 2018 ASEAN-Korea Youth Network Workshop yang diselenggarakan oleh ASEAN-Korea Center dengan tema “ASEAN and Korean Youth as Drivers of Global Digitalization (Pemuda ASEAN dan Korsel sebagai penggerak digitalisasi global)” di Seoul dan Manila pada 2 – 12 Juli 2018 yang lalu.
[/av_heading]

[av_hr class=’default’ height=’50’ shadow=’no-shadow’ position=’center’ custom_border=’av-border-thin’ custom_width=’50px’ custom_border_color=” custom_margin_top=’30px’ custom_margin_bottom=’30px’ icon_select=’yes’ custom_icon_color=” icon=’ue808′ av-desktop-hide=” av-medium-hide=” av-small-hide=” av-mini-hide=” av_uid=’av-cs8dw’]

[av_textblock size=” font_color=” color=” av-medium-font-size=” av-small-font-size=” av-mini-font-size=” av_uid=’av-jk01vf5j’ admin_preview_bg=”]

Hari ke-10 (Rabu, 11 Juli 2018)

Hari terakhir dari keseluruhan program! Setelah sarapan dan check-out hotel, kami siap dengan pakaian tradisional kami dan berangkat ke Auditorium UPAC untuk presentasi proposal kebijakan dan upacara penutupan. Setiap tim diberi tugas untuk mengidentifikasi masalah di negara yang ditunjuk, lalu mengajukan policy proposal berbasis digitalisasi.

Sebagai perwakilan tim, saya mempresentasikan solusi untuk penduduk Singapura yang semakin lama semakin menua (seiring waktu, jumlah penduduk lansia akan melampaui jumlah penduduk muda sehingga meningkatkan rasio dependensi penduduk negara tersebut). Kami mengajukan beberapa solusi, diantaranya membekali para lansia dengan literasi digital sehingga mereka masih mampu mengoperasikan alat-alat digital di usia renta. Lalu, penggunaan e-healthcare yang diintegrasikan dengan data kependudukan para lansia, sehingga mempercepat alur pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Bagian paling akhir dan paling menyedihkan dari keseluruhan program: upacara penutupan. Kelompok kami mendapat juara kedua untuk proyek proposal ASEAN Cyber University, dan saya mendapat penghargaan sebagai salah satu peserta yang paling aktif (Most Active Participants). Kami mengambil banyak foto, bertukar kontak, dan berjanji untuk tetap terhubung melalui sosial media dan memberi kabar jika salah satu dari kami punya kesempatan untuk bertemu secara langsung di negara masing-masing.

Final thoughts

Saya ingat salah satu teman saya mengatakan kepada saya bahwa setiap orang memiliki momen mereka sendiri. Ketika waktu dan saat yang tepat, sesuatu akan terjadi untuk kebaikan kita dan menciptakan kenangan manis seumur hidup. Saya tidak dapat berhenti berterima kasih kepada Allah swt karena telah memberi saya momen yang sempurna ini untuk bergabung dalam lokakarya ini, bersama dengan teman-teman saya dari negara-negara ASEAN + 3 untuk menjadi penggerak digitalisasi global.

Terima kasih untuk ASEAN-Korea Center untuk perjalanan 10 hari yang tak terlupakan ini, KBRI Seoul untuk memilih saya menghadiri lokakarya ini, orang tua saya yang mendukung, tim Eggeek.id yang sangat suportif untuk perjalanan ini, dan tentu saja 67 teman saya.

And that concludes my journey in #2018AKYNW.
[/av_textblock]

[av_social_share title=’Share this entry’ style=” buttons=” share_facebook=” share_twitter=” share_pinterest=” share_gplus=” share_reddit=” share_linkedin=” share_tumblr=” share_vk=” share_mail=” av-desktop-hide=” av-medium-hide=” av-small-hide=” av-mini-hide=” av_uid=’av-zxp0′]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Written by Muhammad Afi Ramadhan

Muhammad Afi Ramadhan is an accounting student in International Business and Economics (IBE) program, Syiah Kuala University. Apart from his academic activities, he's currently active as a member and social media staff in his university's debating club, and also volunteered as Content Editor for eggeek.id

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

(Bagian 5) Belajar Digitalisasi dari Seoul dan Manila

TCP, Aplikasi Juara Lomba Banda Aceh Gemilang