Apa itu StartUp?

entry image

Saya muak dan bosan dengan kata-kata startup. Sepertinya semua orang memiliki startup akhir-akhir ini, temanku bahkan mulai menganggap warkop yang baru launching sebagai sebuah startup.

Mungkin ungkapan diatas merupakan hal yang sering kalian bicarakan di meja kopi ataupun ketika makan siang. Atau mungkin kalian baru saja mendengarkan ungkapan ini. Bagi saya hal seperti diatas sudah teralalu sering saya dengar di lingkungan saya.

Saya tidak tahu apakah kita mengalami hype startup atau tidak. Kita sepertinya terjebak di sebuah paradoks dimana hype startup terlalu tinggi sedangkan startup yang sukses hanya sedikit. Semua dari kita tahu, 90% startup biasanya gagal. So? apakah kita harus membuat 10 startup agar menjamin kesuksesan? TENTU TIDAK BAPAK!.

Paul Graham (co-founder Y Combinator) mendefinisikan startup sebagai “sebuah perusahaan yang didesain untuk berkembang dengan cepat”. Tentu sebuah bisnis yang di ‘karbit’ dan memiliki tingkat kesuksesan 10% merupakan hal yang wajar. Atau sederhanyanya – orang cuma ingin cepat kaya. Jadi startup itu didirikan oleh orang yang ingin cepat kaya? betul – oleh karena itu 90% startup gagal.

Dalam acara GeekTalk “Bikin StartUp di Aceh Susah?” Aslan Saputra (founder Gumugu dan Hellotive) mengatakan ada 3 jenis StartUp:

  1. StartUp Keren
    Startup tipe ini didirikan karena yaa.. PENGEN KEREN – dan melihat startup sukses foundernya tajir ya juga PENGEN CEPAT KAYA.
  2. Startup Ikut-Ikutan
    Startup tipe ini hadir sama seperti startup keren tapi menggunakan rumus ATM – Ambil, Tiru, Modifikasi. Startup tipe ini sangat kecil kemungkinan suksesnya. Dikarenakan rule of thumb dari startup – jangan sok keren sama unicorn. Karena uang pengeluaran unicorn sehari bisa menghidupi startup anda untuk sebulan bahkan lebih.
  3. StartUp Menyelesaikan masalah
    Startup tipe ini umumnya mendominasi 10% startup yang sukses bertahan. Startup tipe ini menjawab permasalahan yang hadir di masyarakat dimana demand yang tinggi kemudian di solve oleh hadirnya startup ini.

Tetapi, bagi kalian semua yang ingin namanya di ingat dan diabadikan di alam jagad raya semesta ini, saya rasa anda akan lebih berpeluang jika berada/bekerja di startup yang sudah memiliki nama. Dan bagi mereka yang ingin memulai startupnya sendiri, tidak ada yang salah dengan bisnis kecil hingga menengah. Bahkan bukan tidak mungkin bisnis anda akan menjadi startup bervaluasi triliyunan.

Tapi pesan saya, jangan panggil perusahaan Anda startup. Ini bertujuan untuk membantu menghindari hype dari startup. Karena banyak orang yang tidak siap untuk gagal.

Related Post:

Image Description

Menelusuri Lebih Dalam Kondisi Startup dan Bisnis Digital di Aceh

Berapa banyak startup yang benar-benar tumbuh dan bertahan di Aceh? Pertanyaan ini menjadi penting ketika perkembangan bisnis digital di daerah semakin ramai, tetapi...

5 September 2026
Image Description

Garuda Spark Bakal Buka Hub Baru di Aceh, Anak Muda USK Digenjot Jadi Founder Startup

...

8 Agustus 2026
Image Description

Egg Geek Buka Pendaftaran GRAK Batch 1, Program Pengembangan Talenta Muda Aceh Berbasis Proyek Nyata

Banda Aceh, 20 Juni 2026 — Egg Geek secara resmi membuka pendaftaran GRAK (Generasi Aceh Kreatif) Batch 1, sebuah program pengembangan talenta selama 12 minggu y...

20 Juni 2026
Image Description

Gandeng Mentor dari Google hingga Harvard, Aceh Hackathon 2026 Rampungkan Mentoring 1 Bulan Jelang Puncak Acara

BANDA ACEH, 29 Mei 2026 – Setelah melalui rangkaian program pembinaan yang intensif, kompetisi dan inkubasi inovasi teknologi Aceh Hackathon kini bersiap memasuki puncak acara...

28 Mei 2026
Image Description

HIROE 2025 Sukses Digelar, Pemuda Aceh Tampilkan Solusi Inovatif untuk Tantangan Global

BANDA ACEH, 28 Januari 2026 ...

28 Januari 2026

\